Jumat, 20 Maret 2009

MEMPERKOKOH NASIONALISME DAN MEWUJUDKAN CITRA INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) didirikan di Jakarta tanggal 13 Juli 1975 dengan pengesahan Menteri Kehakiman tertanggal 16 September 1976 nomor: Y.A.5/430/11 jo. Tambahan Berita Negara RI tanggal 19 Oktober 1976 No. 84. Pendirian Hamkri dipelopori oleh Bapak R. Maladi (mantan Menpora) dan tokoh-tokoh nasional diantaranya M. Said Reksohadiprodjo (Tokoh Taman Siswa), Sudiro (Tokoh ‘45), Mayjen (TNI-AD) P. Sobiran, Mayjen (TNI-AD) Drs. Umar Said, Brigjen (TNI-AD) Muljosudjono, Ibu Sud, Sudharnoto, Kusbini, H.A. Sa’ali (anggota DPR), Soerojo Wongsowidjojo, Drs. Soemadi (Dirjen TRF), Drs. Soewandono (Dir. Kebudayaan), Drs. Budiman (Kadin Kebudayaan DKI Jaya).

Pendirian Hamkri didasarkan pada suatu tujuan yang mulia yaitu bermaksud melestarikan citra musik keroncong yang diyakini mengandung nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang ramah, sopan, santun dan beradab. Namun, ditengah perkembangan masa 90-an seni keroncong justru mulai terasa asing di telinga kaum muda Indonesia dengan sebutan "musik jadul". Kondisi ini tidaklah menyurutkan semangat para pecinta keroncong yang dikenal memiliki loyalisme dan nasionalisme terhadap bangsa ini. Dari kondisi keterpurukan itulah, di akhir era 90-an semangat kebangkitan keroncong mulai dikumandangkan dengan harapan jiwa santun karakter asli bangsa Indonesia dapat menjadi potensi dalam mengisi pembangunan dan mampu mengangkat kembali keharuman/citra Indonesia yang lebih baik, dengan tujuan akhir kita bangga menjadi bangsa Indonesia yang berkepribadian luhur.

Muktamar Nasional Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) yang direncanakan selama 2 (dua) hari di Jakarta pada tanggal 20-21 Juni 2009, dimaksudkan untuk meningkatkan soliditas dan profesionalisme organisasi yang lebih baik. dengan tujuan :

• Memperluas jaringan komunikasi regional, nasional, maupun internasional.
• Menjadikan keroncong sebagai sebuah produk unggulan pariwisata Indonesia
• Menjadikan keroncong sebagai media persatuan dan kesatuan bangsa
• Menjadikan keroncong sebagai media persahabatan antar bangsa.
• Menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang ramah, sopan, santun, dan beradab.